Menu
Kardusbuku.com
NEW-RARE- OUT OF PRINT BOOK
Keranjang ( pcs)
jmlBarangKode BarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0

Kabar Buku

Yogyakarta selama ini hanya terkenal sebagai kota budaya dan kota pelajar, gelar ini semestinya malah harus ditambah lagi, yaitu sebagai kota buku! Ya, pergerakan buku Jogja itu seolah tak pernah tidur, Ia terus bergerak seperti tak pernah kehabisan energi. Kota Jogjakarta memiliki penerbit yang berjumlah banyak sekali, bahkan sudah mirip-mirip home industri, penerbit-penerbit Jogja bisa berkantor di gedung megah, tapi tak sedikit yang cukup bergerak disebuah rumah atau bahkan tak memiliki kantor fisik sama sekali, mereka hanya bekerja dari satu tempat kost ke tempat kost lainnya, dari satu warung kopi ke warung kopi lainnya. Kardusbuku.com bergaul dengan beberapa pegiat buku Jogja, dari sekian kali kunjungan kesana, kami melihat bahwa kawan-kawan pegiat buku disana seperti tak bosan membicarakan buku, dimana pun mereka berada, di angkringan, di trotoar jalanan, bahkan sampai toilet dan tempat tidur, buku selalu saja jadi topik pembicaraan. 
“Kalau sebentar saja tak bikin huru-hara, badan dan otak ini rasanya pegel-pegel..” Begitu kata mas Arif, salah seorang pegiat buku Jogja yang tampak sangat berpengalaman mengurusi event-event pameran, beliau pernah bekerja untuk Togamas dan beberapa penerbitan. Huru-hara yang dimaksud mas Arif, tentu saja bukan huru-hara bersifat negatif, melainkan semacam huru-hara bertujuan menghidupkan dunia perbukuan Jogja. Pegiat perbukuan Jogja yang tak kalah bersemangat di kota gudeg ini adalah mas Adhe, beliau memiliki beberapa penerbitan antara lain penerbit Jendela dan Octopus. Selain berkutat menerbitkan buku, penulis buku “Declare! Kamar kerja penerbit Jogja 1998-2007” ini juga sangat “ngemong” pada para juniornya di dunia perbukuan, pria berpostur kecil tapi lincah luar biasa, baik dari cara berpikir dan geraknya, ini juga kerap didatangi para anak muda yang ingin konsultasi urusan penerbitan, mas Adhe selalu akan dengan senang hati memberi masukan pada para Juniornya tentang bagaimana mengerjakan sebuah buku yang keren. Di dunia penerbitan buku indie, Jogja tentu saja memiliki banyak anak-anak muda bersemangat, salah satu diantaranya yang paling menonjol adalah Irwan Bajang yang mengelola Indie Book Corner. Bajang, yang juga seorang penyair ini, tidak setengah-setengah mengelola penerbitannya, Ia berusaha mematahkan anggapan sebelah mata mereka yang meremehkan buku Indie, Pria asal Lombok yang mempersunting perempuan Jogja ini tergolong sangat rajin memperkenalkan pada publik buku-buku hasil penerbitannya. Indie Book Corner tak cuma sering ikut pameran di Indonesia, tetapi juga sering di undang pameran ke negeri jiran, Malaysia. Irwan Bajang saat ini juga baru saja bekerja sama dengan rekannya, Eka Pojok cerpen,  membuka sebuah toko buku kecil di beranda kantor IBC yang menjadi satu dengan sebuah Caffe di Jl. Wahid Hasyim, Gorongan. Rekannya, Eka Pojok Cerpen, juga anak muda yang tak kalah bersemangat, pemuda berwajah imut itu juga tengah bergiat dan sangat rajin menerbitkan buku melalui bendera penerbitannya, Oak.  Penerbit Oak dikelola Pojok Cerpen ini fokus pada genre buku sastra.  Selain Oak, ada lagi penerbit yang belum lama muncul dan bersemangat, penerbit Kendi, Penerbit dikelola Reko Pambudi, Alumnus Sejarah UNY berambut gimbal itu, meski baru beberapa bulan lalu menerbitkan buku “Menjadi merah-Sejarah Sarekat Islam”, dalam waktu dekat ini akan meluncurkan buku barunya, kali ini ia berkolaborasi dengan penerbit Octopus milik mas Adhe, seniornya. 
Bicara dunia perbukuan Jogja, tentu tak cuma ada orang-orang yang kami sebut diatas tadi, ada ratusan penerbit  besar dan kecil disana, mereka terus bekerja untuk mencerdaskan anak bangsa, tak cuma menerbitkan, para pegiat buku Jogja pun selalu rajin menggelar event-event pameran. kali ini pameran buku yang akan digelar bertajuk  “PAGELARAN BUKU JOGJA”, Dan seperti biasa, acara itu tentu saja tak cuma sebuah pameran buku biasa, akan ada banyak acara digelar disana. buat anda yang berada di sekitar Jogja silahkan datang diacara PAGELARAN BUKU JOGJA!!

 

PAGELARAN BUKU JOGJA Adalah Kegiatan perbukuan yang mencakup pameran, jual-beli, diskusi. workshop, dan kegiatan pendukung lainnya. Peserta adalah penerbit buku mayor/indie, toko buku mayor/alternatif, online shop buku, dan komunitas literasi. Dikemas berbeda dengan maksud merubuhkan model “book fair” yang selama ini diadakan sekaligus menumbuhkan pola baru kegiatan perbukuan yang mencakup aspek intelektual dan perniagaan secara seimbang. Mari datang. Mari merayakan buku bermutu.
kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan proses pembuatan buku, sejak dari naskah sampai cetak. nrasumbernya dari beberapa teman penerbit.

 

Hubungi Kami


kardusbukudotcom@gmail.com

Testimoni

Semua Testimoni

Jumlah Pengunjung